Osu Nando’oto

Facts

  • Elevation: 2,421 m (7,943 ft)
  • Prominence: 1,235 m
  • Ribu category:  Tinggi Sedang
  • Province:  Sulawesi Tenggara (Southeast Sulawesi)
  • Coordinates: -3.3861, 121.5577
  • Rating: (1 votes) Add your rating
  • Other names: Previously listed as “Osu Nondoto”.
  • World Ribus ID: 69130

Bagging It!

See the comment below this post to read a little on the pioneering 11-day expedition to the top of this remote mountain in August 2023. This appears to be attractive karst like the more famous Gunung Mekongga.

Practicalities

    • Getting there: The trailhead is at Kampung Nesowi, which is 5 hours by road from Kendari.
    • Accommodation: Local village accommodation only in the local area.
    • Permits: Report to Abuki Police Station in Asolu
    • Water sources: Rivers and streams on or near the trail.

Local Average Monthly Rainfall (mm): kendari

Location

Click on the blue arrow (top right) to see your current location on the map

8 thoughts on “Osu Nando’oto”

  1. Untuk mencapai Desa Nesoi dari Kota Kendari, perjalanan dimulai menuju Kota Unaaha (ibu kota kabupaten) dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dari Unaaha ke Desa Nesoi (Kecamatan Latoma) dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam, tergantung kondisi jalan yang dipengaruhi oleh musim. Saat musim hujan, kondisi jalan cenderung memburuk dan memperlambat waktu tempuh.

    Saat pertama kali dirintis, jalur pendakian terdiri dari tujuh titik camp sebelum mencapai puncak. Perjalanan dari Basecamp Utama di Desa Nesoi hingga Camp 3 akan menyusuri Sungai Latoma. Di sepanjang jalur ini, kebutuhan air cukup terpenuhi. Namun, mulai dari Camp 3 hingga puncak, ketersediaan air mulai terbatas.

    Pegunungan Tangkelemboke dikenal kaya akan keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna. Berbagai jenis tumbuhan dan satwa endemik dapat dijumpai dengan mudah di kawasan ini. Frekuensi perjumpaan dengan anoa (sejenis sapi endemik Sulawesi) cukup tinggi, terutama di jalur antara Camp 4 hingga Camp 7.

    Selain anoa, fauna lain yang sering ditemui meliputi burung rangkong, ular piton, tupai, monyet Sulawesi, babi hutan, belut sungai, dan lain sebagainya. Dari sisi flora, beragam jenis tumbuhan seperti anggrek, begonia, kantung semar, pohon cantigi, rotan, palem-paleman, pandan hutan, dan tanaman lainnya tumbuh subur di sepanjang jalur pendakian.

    Medan pendakian sangat bervariasi. Dari Basecamp Utama di Desa Nesoi menuju Camp 1 (270 mdpl) melewati jalan setapak dan kebun milik warga. Jalur dari Camp 1 hingga Camp 3 (800 mdpl) menyusuri sungai dan hutan primer. Sedangkan dari Camp 3 hingga puncak, pendaki akan melintasi hutan primer dan wilayah batuan kars yang menantang.

  2. sumber air saat pendakian adalah dari sungai Latoma yang masih alami dan sungai kecil sepanjang jalur pendakian. Untuk perizinan dapat melalui Polsek Abuki di Asolu dan Izin dari Desa Nesowi. Akomodasi atau tinggal sementara di Rumah warga atau rumah kepala desa sebagai basecamp utaman pendakian. Dari kendari ke Unaaha berjarak 65 km dengan jarak tempuh 1,5 jam, dari unaaha ke Asolu (abuki) 45 menit, dari Asolu ke Desa Nesowi waktu tempuh kurang lebih 2 jam

  3. Kawasan Pegunungan Tangkelemboke adalah water bank bagi kawasan sekitarnya, merupakan 3 hulu sungai besar yang mengalir di Sulawesi Tenggara. Kondisi saat ini banyak jaringan sungai ditemui sepanjang pendakian yang menjadi sumber air bagi pendaki baik di musim kering

  4. Wahyu Harsono

    Puncaknya tidak begitu tinggi bila di bandingkan dengan puncak gunung di Pulau Jawa, karena dengan medan karst berbatu sehingga Osu Nandooto membutuhkan persiapaan dan latihan fisik yang baik untuk melaksanakan pendakian disana…

  5. Mahacala UHO

    Nama lain dari Osu Nando’oto (2.421 mdpl) adalah Gunung Tangkelemboke, terletak di tengah-tengah wilayah provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) perbatasan antara kabupaten Konawe dan Kabupaten Konawe Utara. Merupakan hulu 3 sungai besar di Sultra yaitu Sungai Latoma, Sungai Lasolo dan Sungai Porehu yang mengalir dari selatan menuju Kolaka Utara sampai ke malili. Untuk mendaki Gunung Osu Nando’oto melalui Desa Nasowi di Kecamatan Latoma. Dari Kendari (Ibukota Prov. Sultra) ke Unaaha 1,5 Jam, dari Unaaha ke Latoma 2 – 3 Jam.

  6. Osu Nando’oto (2421 m) adalah nama puncak tertinggi dari pegunungan Tanglemboke. Jalur pendakian ke puncak Nando’oto pertamakali dirintis oleh Tim Mahacala UHO bulan Agustus tahun 2023 selama 11 hari operasi. Untuk sampai ke titik awal pendakian melalui desa Nesowi di kec. Latoma kab. Konawe Sulawesi Tenggara. Dari kota Kendari bisa ditempuh kurang lebih 5 jam. Camp terakhir di Desa Nesowi bisa nginap di rumah penduduk atau kepala desa sekaligus meminta izin dari aparat desa. Izin juga bisa melalui Polsek Abuki di Asolu. Jalur pendakian diawali dengan menyisiri sungai Latoma sampai hulunya dan naik ke camp Utama (camp 3) di ketinggian 830m. Osu Nando’oto didominasi oleh batuan kars yang memiliki banyak labirin, jurang dan tebing-tebing terjal. Gunung ini masih sangat alami rumah bagi flora dan fauna endemik. Jug sebagai water bank bagi kawasan tersebut

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top